1. Tokyo Tower
Tokyo Tower merupakan menara baja tertinggi yang menopang dirinya sendiri dan lebih tinggi 13 meter daripada Menara Eiffel. Tokyo Tower ini merupakan objek favorit para wisatawan dan terletak di Shibakoen Minato.
Menara setinggi 333 meter ini merupakan simbol dari kebangkitan kekuatan perekonomian Jepang pasca perang. Selain menjadi objek wisata, Tokyo Tower ini juga dipakai sebagai antena siaran.

Di Tokyo Tower, kamu dapat menikmati panorama ibukota Negeri Matahari Terbit dari ketinggian 150 meter yang dicapai dengan menggunakan elevator atau 600 anak tangga.
Tempat observasi kedua ada berada pada ketinggian 250 meter, di mana kamu dapat melihat pemandangan kota Tokyo dan gedung-gedung pencakar langitnya. Ruang observasi khusus adalah ruang observasi tertinggi ketiga yang ada di Tokyo di mana kamu dapat menikmati panorama Gunung Fuji dan Tokyo Skytree.
Di malam hari, kamu pun dapat menikmati pemandangan tata cahaya gedung-gedung perkantoran. Untuk menikmati Tokyo Tower ini, kamu harus membeli 2 kali tiket masuk.
Pertama, membelinya di lantai dasar seharga ¥800-900 (Rp102 ribu – Rp115 ribu). Kemudian, bila kamu ingin naik menuju ketinggian 250 meter ke ruang observasi khusus, kamu harus membayar lagi sejumlah ¥600 (Rp77 ribu).
Selain bangunan ini, kamu pun dapat mengunjungi ‘One Piece Tower’, sebuah wahana bermain indoor yang memiliki tema karakter unik dari serial One Piece.
2. Tokyo Disneyland dan Disneysea
Layaknya Disneyland di kawasan lain di dunia, Jepang juga memiliki cabang Disneyland, yaitu di kota Tokyo. Tokyo Disneyland ini merupakan sebuah taman dengan wahana permainan yang memiliki tema film-film yang diproduksi oleh Walt Disney.
Di dalam Tokyo Disneyland, terdapat 7 tema, yaitu World Bazaar, Tomorrowland, Toontown, Adventureland, Westernland, Critter Country dan Fantasyland yang masing-masing memiliki ciri khas sendiri.
Di dalam Tokyo Disneyland, kamu juga dapat berfoto dengan karakter lucu serta berbelanja di toko suvenir yang tersebar di setiap tempat. Jika kamu mengunjungi Tokyo Disneyland, jangan heran jika kamu bertemu dengan penduduk lokal yang berbusana lucu menyerupai karakter favorit mereka.

Tokyo Disneyland dibangun pada tahun 1983 dan merupakan Disneyland pertama yang dibangun di luar Amerika Serikat.
Di sini, kamu dapat berpakaian lengkap sesuai dengan karakter Disney lengkap dengan aksesoris khusus tanpa harus malu.
Selain Tokyo Disneyland, di Tokyo juga terdapat wahana permainan yang bertemakan air, yaitu Tokyo Disneysea. Tokyo Disneyland dan Tokyo Disneysea berada dalam 1 komplek yang sama dan letaknya bersebelahan.
Tokyo Disneysea dibagi menjadi 7 zona, yaitu Meditteranean Harbour, Mysterious Island, Mermaid Lagoon, Arabian Coast, Lost River Delta, Port Discovery dan yang terakhir adalah American Waterfront.
Selain wahana permainan, kamu pun dapat berbelanja suvenir yang beragam dan lengkap, serta berfoto dengan karakter kesukaan kamu. Walaupun areanya cukup luas, kamu tidak perlu takut tersesat karena banyak sekali petugas Disneysea yang siap memberikan kamu peta dan membantu kamu mencari lokasi yang ingin kamu tuju.
Salah satu daya tarik dari Tokyo Disneyland dan Tokyo Disneysea adalah pertunjukkan yang diadakan secara rutin. Di siang hari, kamu dapat menikmati parade unik, dan di malam hari, kamu dapat menikmati pesta kembang api yang sangat megah di balik istana Disneyland yang terkenal.
Tentunya tempat ini tidak boleh kamu lewatkan terutama jika kamu bepergian dengan anak-anak.
3. Ryogoku Kokugikan
Sebagai negara tempat lahirnya sumo, tentu kamu tidak ingin melewatkan pengalaman menyaksikan sendiri pertandingan sumo di Jepang. Salah satu tempat di mana kamu dapat mendapatkan pengalaman menyaksikan pertandingan sumo adalah di Ryogoku Kokugikan.
Ryogoku Kokugikan ini dibangun pada tahun 1985 dan daya tampung stadion mencapai 11.000 orang.

Arsitektur Ryogoku Kokugikan sendiri bernuansa tradisional Jepang sehingga kamu juga dapat berfoto di depan jika kamu tidak ingin melihat pertunjukkan.
Di area Ryogoku, kamu akan menemukan banyak tempat wisata yang berhubungan dengan aktivitas sumo, seperti tempat pelatihan dan tempat tinggal para petanding sumo, restoran yang menyediakan chanko nabe, makanan pokok para petanding sumo dan stadium seperti Ryogoku Kokugikan.
4. Isetan Department Store
Tempat wisata di Jepang yang satu ini disebut-sebut sebagai salah satu surga belanja terfavorit dan pusat perbelanjaan terbaik di seluruh dunia.
Sejak mulai beroperasi pada pukul 10.30 hingga tutup pada pukul 20.00, Isetan Department Store tidak akan pernah sepi dari hiruk pikuk pengunjung. Beruntung, mall megah berlantai 9 ini, tidak akan kehabisan tempat meskipun disesaki pengunjung.

Isetan adalah department store asal Jepang. Berbasis di Shinjuku, Tokyo, Isetan memiliki cabang di seluruh Jepang dan Asia Tenggara, termasuk Phnom Penh, Bangkok, Jinan, Kuala Lumpur, Selangor, Shanghai, Singapura dan Tianjin.
Mall ini juga terkenal dengan foodcourt di lantai dasarnya yang menyediakan beragam kuliner Jepang serta kuliner internasional dan juga merupakan tempat yang tepat untuk kamu menikmati sajian coklat serta roti Prancis yang diadaptasi dengan budaya Jepang.
Di bagian atas mall, kamu pun dapat mencoba dan menyewa busana tradisional Jepang, kimono, lengkap dengan segala aksesorisnya.
5. Koishikawa Botanical Garden
Kebun Raya Koishikawa atau Koishikawa Shokubutsuen ini merupakan salah satu fasilitas publik yang bisa kamu nikmati di dalam University of Tokyo, sebuah universitas yang paling bergengsi di Jepang.
Kebun seluas 160.000 meter persegi ini memiliki sekitar 4000 varian tanaman dan memiliki pemandangan kebun Jepang yang tradisional. Taman ini juga menjadi favorit karena pengunjungnya yang tidak terlalu ramai, sehingga kamu dapat menikmati pemandangan dengan lebih nyaman.

Di sekitar area masuk Kebun Raya Koishikawa, kamu bisa menikmati penampilan upacara tanam dan panen padi yang rutin digelar.
Keunikan Koishikawa Botanical Garden adalah panoramanya pada musim semi dan musim gugur. Ada pohon sakura yang cantik di musim semi, dan pohon maple yang mempesona di musim gugur.
6. Tsukiji Fish Market
Tsukiji Market merupakan sebuah pasar yang menjual beragam ikan, buah-buah serta sayuran secara grosir di Tokyo. Salah satu pasar yang sangat terkenal di dalam komplek Tsukiji Market ini adalah Tsukiji Fish Market.
Berbeda dengan pasar ikan yang ada di Indonesia, di Tsukiji Fish Market ini, kamu dapat menikmati pasar yang bersih dan tertata rapi.
Pasar Ikan Tsukiji ini berlokasi di distrik Chuo dan terbagi atas tempat pelelangan ikan, tempat penjualan ikan partai besar dan tempat penjualan ikan secara ritel. Tsukiji Fish Market ini bukanlah tempat pelelangan ikan biasa. Aktivitas pelelangan biasanya dimulai jam 3 pagi. Selanjutnya, sekitar jam 7 pagi, hasil lelang akan dibawa ke toko masing-masing, di sekitar kompleks pasar. Jadi, kalau kamu berminat menyaksikan proses lelang, kamu bisa datang sepagi mungkin.

Tsukiji Fish Market juga dikenal sebagai salah satu pasar ikan terbesar di dunia.
Di sini kamu bisa mencoba langsung ikan-ikan segar, yang beberapa di antaranya akan diolah menjadi sushi dan tercatat bahwa 87 persen proses jual beli ikan di seluruh Jepang, dilakukan di pasar ini. Kamu dapat langsung membeli hasil laut di pasar ritel dan makan langsung di tempat. Tidak hanya hasil laut mentah, di Tsukiji Fish Market, juga terdapat banyak restoran yang menawarkan santapan yang sangat lezat.
Jika kamu ingin mengunjungi Pasar Ikan Tsukiji ini, kamu dilarang untuk merokok, memasuki pasar dengan menggunakan sandal atau sepatu berhak tinggi dan kamu tidak diperbolehkan untuk membawa tas besar atau koper ke dalam pasar. Pasar Ikan Tsukiji ini tutup pada hari Minggu dan hari libur nasional.
7. Kawagoe Ichibangai Shopping Street
Kawagoe Ichibangai Shopping Street ini juga sering dijuluki sebagai Little Edo karena pada pusat perbelanjaan jalanan ini, kamu dapat melihat bangunan-bangunan yang dibangun pada era Edo yang akan memanjakan mata.
Sesuai namanya, tempat wisata di Jepang yang satu ini merupakan lokasi wisata belanja. Walaupun merupakan sebuah tempat untuk wisata belanja, di sekitar jalanan ini, kamu akan menemukan penduduk lokal yang memakai pakaian tradisional Jepang berjalan di sekitar tempat ini.

Di Kawagoe Ichibangai Shopping Street, kamu bisa menikmati suasana elegan Jepang di awal abad ke-20.
Tidak hanya barang belanjaan, di sini, kamu pun akan menemukan jajanan khas Jepang seperti es krim dengan beragam rasa, ubi, manisan khas Jepang serta robatayaki, sate ala Jepang.
Di sepanjang jalanan ini, kamu pun akan menemukan kuil serta kelenteng. Lokasinya yang ada di tengah kota Kawagoe, sangat mudah untuk dijangkau, oleh karena itu, jangan sampai kamu kehilangan kesempatan untuk melihat Jepang ratusan tahun yang lalu.
8. Chichibu Kogen Farm
Secara umum, Saitama memang kental dengan suasana pedesaan yang sejuk dan asri dan salah satu tempat yang paling tepat untuk menjelaskan keindahan Saitama adalah dengan mengunjungi Chichibu Kogen Farm. Chichibu Kogen Farm merupakan sebuah ladang rumput hijau bak permadani di mana domba dan kelinci dengan leluasa berlalu lalang. Tidak heran, tempat ini selalu ramai pengunjung.

Perpaduan aneka warna bunga di atas lahan seluas 5 hektare, membuat tempat ini dijuluki “Taman 15 Juta Bunga” atau Heavenly Poppies.
Chichibu Kogen Farm ini juga merupakan ladang bunga madat atau poppy. Pada pertengahan bulan Mei hingga awal Juni yang merupakan periode mekarnya bunga madat ini, kamu akan melihat hamparan warna hijau dan warna merah yang sangat indah.
8. G-Cans Project
Sebenarnya, tempat ini adalah lokasi pengelolaan air bawah tanah, tetapi pada tahun 2009, tempat ini mulai dikunjungi oleh banyak orang yang ingin menyaksikan kemegahan kota Tokyo dan sistem antisipasi banjir yang dimiliki oleh kota ini.
Aktivitas yang bisa kamu lakukan di terowongan anti banjir ini adalah trekking melintasi tiang-tiang beton raksasa. Tiang beton raksasa ini sering dijadikan tempat untuk mengambil foto karena skalanya yang hampir 60 kali lipat lebih tinggi dibandingkan manusia. Tiang beton raksasa ini memiliki ketinggian 65 meter dengan diameter 32 meter.

G-Cans Project ini membutuhkan waktu lebih dari 17 tahun untuk dibangun.
Sambil melintas, kamu akan menemukan sebuah tangki yang bentuknya menyerupai kuil.
Berada di Distrik Kasukabe, G-Cans Project dikenal juga dengan sebutan Metropolitan Area Outer Underground Discharge Channel. Apabila kamu berminat ke sini, gunakanlah alas kaki yang nyaman dan tidak licin. Dengan demikian, kemegahan arsitektur bawah tanah sepanjang 6,5 kilometer ini pun, dapat kamu nikmati dengan aman.
9. Yamanashi Fuefukigawa Fruit Park
Secara umum, Prefektur Yamanashi telah lama dikenal sebagai produsen buah terbaik di Jepang, seperti buah anggur Yamanashi dan buah persik. Oleh karena itu, Taman Buah Fuefukigawa merupakan salah satu tempat wisata yang sering dan ramai dikunjungi di Yamanashi.
Taman Buah Fuefukigawa merupakan sebuah taman buah yang sangat luas dan jika kamu lelah menjelajahi taman dengan berjalan kaki, kamu pun dapat menggunakan kereta yang berkeliling di taman tersebut.

Di dalam rumah kaca ini juga disediakan wahana permainan untuk anak-anak dan tempat peristirahatan.
Di sini, kamu dapat menyaksikan sebuah rumah kaca dengan tinggi 10 meter yang berbentuk setengah lingkaran dengan diameter 55 meter dan luas tanah sebesar 1.800 meter persegi. Rumah kaca ini merupakan tempat untuk pergelaran konser serta acara lainnya dan terbuka sepanjang tahun untuk para wisatawan.
Di Taman Buah Fuefukigawa ini, kamu juga dapat menemukan museum buah yang menceritakan tentang pentingnya simbiosis antara makhluk hidup dan tanaman buah serta perkembangan sejarah dan budaya mengenai buah khas Yamanashi yaitu anggur dan buah persik.
Selain museum buah, kamu juga dapat mengunjungi Tropical Greenhouse yang mana di dalamnya terdapat teras dan jalanan yang berada pada ketinggian sehingga kamu dapat menikmati keindahan pemandangan dari berbagai sudut.
10. Nishizawa Valley
Nishizawa Valley atau Nishizawa Keikoku ini merupakan salah satu lembah yang paling indah di Jepang yang berada pada taman Chichibu-Tama-Kai National Park. Taman ini memiliki luas lebih dari 1.250 kilometer persegi yang dipenuhi oleh gunung hutan, bukit dan teluk.
Pendakian di Lembah Nishizawa sangat cocok bagi kamu yang ingin mengeksplorasi sisi lain pedesaan Jepang.

Keindahan Nanatsugama-Godan-no-Taki yang menjadi daya tarik turis, baik domestik maupun mancanegara.
Untuk menuju ke salah satu daya tarik Nishizawa Valley yaitu Nanatsugama-Godan-no-Taki, kamu harus mendaki selama 90 menit. Nanatsugama-Godan-no-Taki merupakan sebuah air terjun 5 tingkat yang menawarkan pemandangan alam yang sangat indah. Waktu terbaik datang ke Lembah Nishizawa adalah menjelang berakhirnya musim gugur, yakni sekitar awal bulan November.